Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Niat Berkarya: Refleksi Setelah Menonton Review Buku Bird by Bird

Perlu jujur untuk menuliskan ini. Namun harus kuakui, sering kali niat untuk berkarya, dalam hal ini membuat konten, adalah untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Pencerahan dari Video Review Bird by Bird Pencerahan ini kudapat saat mendengarkan sebuah video ulasan buku Bird by Bird di YouTube. Aku sendiri belum membaca bukunya secara langsung. Tapi dari review yang kutonton, ada satu bagian yang begitu menohok tentang proses berkarya dan niat di baliknya. Kita sebagai manusia memang cenderung memperhatikan respons orang lain. Dan sering kali lupa pada niat awal saat mulai berkarya. Di awal, ketika masih menggebu-gebu, niat itu terasa begitu suci. Ingin membantu, meski hanya satu orang saja di luar sana. Ketika Niat Mulai Bergeser Namun ketika niat itu mulai surut, hasrat untuk berkarya pun ikut menghilang. Datang berbagai alasan. “Tulisanku tidak ber- value .” “Hmm, kesannya tulisanku ini seperti pamer.” Itu baru dua di antaranya. Padahal, di luar sana mungkin saja ada satu o...

Review Buku How to Be a Perfect Working Mother: Perspektif Working Mom yang Ingin Seimbang

  Dalam review buku How to Be a Perfect Working Mother ini, aku ingin membagikan perspektif sebagai seorang working mom yang sedang belajar menyeimbangkan karier dan keluarga. Buku ini awalnya kubeli tanpa ekspektasi besar, tapi ternyata justru membuka sudut pandang baru tentang target, batasan, dan cara menjalani peran tanpa harus menjadi sempurna. Tentang Buku Ini Sejujurnya, dari baca judulnya saja aku sudah tersugesti dugaan negatif macam-macam. Tersentil sama kata “ perfect ”, tepatnya. Haruskah kita, seorang ibu yang juga bekerja, dituntut menjadi sempurna? Tapi justru karena judulnya bikin resah, aku jadi penasaran. Buku ini awalnya cuma pelengkap biar dapat gratis ongkir atau diskon tertentu. Bukan buku utama yang ingin kubeli waktu itu. Harganya juga murah banget, 30 ribuan. Namun, baru baca satu bab, semua dugaan awalku langsung terpatahkan. Apa yang Membuat Buku Ini Berbeda This book is your friend, moms. Alih-alih menghakimi, buku ini terasa sangat memahami tantangan y...

Misi Beberapa Hari Terakhir: Tidur Tanpa Handphone

Dimulai tiga hari lalu, saat aku mengakses file-file di iCloud Drive melalui handphone, tujuanku waktu itu adalah mencari e-book yang pernah ku-download tetapi belum sempat kubaca. Salah satu e-book yang kutemukan berasal dari akun Instagram ParentingBerdua , berjudul Tidur Tanpa Smartphone . Hatiku langsung tergerak untuk membacanya, dan dalam beberapa menit saja, banyak hal yang terasa relatable , membuatku ingin terus membaca lagi dan lagi. Tapi buku ini unik. Setelah bagian pengantar, e-book tersebut harus dibaca secara berurutan sesuai hari. Jadi, karena hari itu baru hari pertama, aku hanya boleh membaca Bab Hari Pertama . Begitu seterusnya hingga - kalau tidak salah - hari kedelapan. Menarik. Penulis benar-benar memastikan agar isi buku ini diserap perlahan, sekaligus membentuk kebiasaan si pembaca untuk, sesuai dengan judulnya, Tidur Tanpa Smartphone . Saat ini aku baru sampai di Hari Keempat , tapi sejak Hari Kedua , aku mulai memahami penyebab kebiasaan kontra-produktif dalam...

My Hard Earned Lesson about Change

  Screenshot di atas diambil dari sebuah video youtube channel A Life Engineered.  Pertama kali menonton cuplikan video ini, saya langsung tersentak. Ungkapan “Change happens when the pain of staying the same is greater than the pain of change” terasa begitu relate dengan apa yang terjadi pada saya sebelum menerima tantangan sebagai Software Engineer Lead di Tokopedia. Saya telah menjadi Senior Software Engineer selama delapan tahun. Gajinya alhamdulillah lebih dari cukup, dan bahkan pada satu titik, kenaikan gajiku mencapai lebih dari 20%. Tapi kemudian pandemi datang, dan kenaikan itu terhenti—tidak lebih dari 5% selama dua tahun berturut-turut. Saat itulah saya mulai merasa "sesak" di posisi yang sekarang. Bukan hanya soal angka, tapi juga perasaan stagnan, seakan tidak ada ruang untuk tumbuh. Sampai suatu sore, ketika rekan-rekan sudah pulang, saya memberanikan diri untuk mendekati Engineering Manager. Saya menceritakan keresahan-keresahan saya, bagaimana saya merasa stu...

System Design Interview: Antara Persiapan dan Realita

  Tepat 3 minggu yang lalu, tanggal 2 Januari 2025 adalah pertama kalinya aku system design interview seumur hidup . Aku mempersiapkan diri dengan belajar dari berbagai sumber, seperti video YouTube dari IGotAnOffer, Exponent, HelloInterview, dan banyak lagi. Selain itu, aku mengikuti panduan dari Ashish Pratap di GitHub dan blognya. HelloInterview juga punya blog yang sangat lengkap yang menolongku dalam persiapan interview ini. Semua sumber itu memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana seharusnya alur wawancara system design berjalan secara terstruktur, sistematis, dan ideal. Aku membayangkan prosesnya akan berjalan sesuai pola yang sudah aku pelajari. Namun, ketika hari H tiba, ekspektasi dan realitas ternyata berbeda. Waktu terasa berjalan begitu cepat, meskipun aku sudah berusaha mengikuti struktur yang diajarkan: memahami kebutuhan, membuat high-level design, hingga menggali lebih dalam ke solusi. Di tengah proses, aku menghadapi hal yang tidak terduga. Interviewerku...

Visualisasi: Penyelamat Saat Rendah Motivasi

Pagi itu, rasa malas menyerang tanpa ampun. Dalam pikiran saya, hari itu saya sudah ada rencana untuk pergi ke gym, mengikuti kelas aerobik favorit. Tapi tubuh saya seakan menolak bekerja sama, kasur serasa memiliki magnet yang menahan saya agar tidak bergerak. Rasanya lebih mudah menyerah, mencari alasan, dan tetap di rumah. Namun, di tengah tarik-menarik itu, saya tiba-tiba teringat tentang sesuatu yang saya baca belakangan. Saya termenung sebentar dan memvisualisasikan diri saya berjalan keluar dari gym. Dalam imajinasi itu, saya membayangkan tubuh yang terasa segar setelah berolahraga, penuh energi. Saya juga membayangkan perasaan saat target fitness harian saya yang akhirnya terpenuhi. Rasanya begitu nyata—ada kepuasan besar karena berhasil menyelesaikan sesuatu yang saya tahu baik untuk diri saya sendiri. Tidak hanya tubuh yang terasa lebih baik, tetapi mental saya juga lebih ringan. Saya merasa produktif, seolah-olah hari ini saya telah menang. Berjaya. Visualisasi itu perla...

Kenapa Kembali Terus ke Blog Ini

  Blog ini adalah saksi bisu dari satu sifatku yang perlu diubah: ketidakkonsistenan.  Terakhir aku mengisinya di tengah tahun lalu, dan sebelum itu, tulisan terakhirku adalah tahun 2019. Waktu berlalu, tapi entah kenapa, blog ini selalu terasa memanggilku kembali. Setiap kali motivasi muncul, rasanya begitu banyak ide yang ingin dituangkan. Namun, saat tekanan atau kesibukan menghampiri, aku berhenti lagi. Tapi ada satu hal yang selalu benar: aku mencintai menulis. Itu alasan kenapa aku selalu kembali ke sini, meskipun dengan jeda panjang. Aku sadar, ada impian besar yang ingin kuraih melalui tulisan-tulisan ini. Aku ingin konsisten, meskipun hanya sedikit demi sedikit. "Progress rather than perfection". Menulis setiap hari, meski hanya satu paragraf, bisa menjadi langkah kecil menuju kebiasaan besar. Ada misi dibalik tulisan-tulisanku ini. Aku ingin tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi orang lain, memberi inspirasi, atau sekadar menjadi teman di hari yang sulit. Dan itulah y...

Tips Jitu Mendapatkan Panggilan Interview untuk Pekerja Tech Indonesia

  Apakah kamu adalah seperti saya, sedang sibuk mencari pekerjaan sebagai pekerja tech Indonesia, yang mungkin sedang stuck atau sangat ingin mendapat pekerjaan terbaik itu secepatnya? Tidak kunjung dipanggil untuk interview? * Back story hari ini, tadi siang di jam11 saya selesai menjalani tahap kelima yang merupakan tahap akhir dari rekrutmen sebuah perusahaan sebagai Technical Lead. Setelah lebih dari 2 bulan melamar ke belasan perusahaan, dan dipanggil untuk interview awal oleh 6 perusahaan, saya lanjut ke tahap dua, tiga, empat, di perusahaan tech ini. Karena ingin fokus, saya tidak melamar lagi sih di perusahaan lain ketika saya sudah lolos ke tahap 3. Disini saya ingin berbagi beberapa tips yang saya dapatkan dari pengalaman beberapa bulan terakhir. Mungkin dapat bermanfaat untuk teman-teman yang tidak kunjung mendapat panggilan interview. * Pilih Platform Pencari Kerja Cukup banyak platform yang menyediakan info mengenai lowongan-lowongan kerja tapi pilihlah yang paling ter...

2024 Updates on Life as a Mother & Wife

Bergabung di komunitas baru, Sekolah Alam Cipedak dan keluarga lama di KB TK Amanah Qurani  Update yang paling signifikan di keluargaku di tahun 2024 adalah kedua anakku masing-masing masuk ke sekolah baru. Nayra ke SD Sekolah Alam dan Nuha di TK A Amanah Qur'ani tempat Nayra dulu TK B. Adaptasi di sekolah alam sangat menantang karena komitmen di sekolah alam yang merupakan sekolah berbasis komunitas. Dibanding dulu orangtua kita yang 100% menyerahkan urusan pendidikan ke sekolah, jauh berbeda dengan sistem di sekolah alam. Sekolah alam sangat melibatkan orangtua dalam berbagai proses pendidikannya. Pertemuan yang cukup intens menambah jumlah kenalan, terasa capek tapi ini seru dan menyenangkan sekali. Banyak detail yang aku lupa soal awal-awal kami bergabung ke Sekolah alam, tapi aku sangat ingat komentarku saat itu yang sempat kubilang ke suami, "Nggak kebayang sih dengan sibuknya urusan sekolah anak-anak ini tapi aku masih bekerja full WFO tiap hari." Kejadian Lay off ...

Personal Life Updates, Early 2025

Bulan Juli tahun lalu muncul lagi 2 tulisan di blog berdebu ini setelah hampir 5 tahun lamanya. Tak lama setelah terdampak Lay Off Tokopedia, karena merasa gak sanggup untuk ga produktif tanpa aktifitas bekerja ternyata aku sempat konsisten ngonten di Instagram 3 bulan! Dari awal Juli sampai akhir September. Kontennya perpaduan antara reels dokumentasi kegiatan seru yang aku lakukan dan postingan ilmu-ilmu agama yang menginspirasi dan ingin kubagikan ke teman-teman IGku. Kenapa hanya sanggup konsisten 3 bulan? Saat itu bulan Oktober adalah bulan aku sangat fokus mempersiapkan ujian SKD CPNS. Begitu banyaknya materi membuatku sangat memusatkan waktu luang yang ada untuk belajar. Alhamdulillah aku lulus ke tahap selanjutnya yaitu ujian SKB. But long story short, di SKB aku kandas untuk lulus CPNS karena saingan yang nilainya jauh lebih tinggi. Seusai kelulusan SKD di Oktober, aku punya waktu yang lumayan lama sekitar sebulan lebih sebelum SKB. Fokusku lalu berpindah ke job seeking, samp...

Berbicara kematian dengan Anak

Sebuah peristiwa beberapa hari lewat membuat saya teringat obrolan bareng anak pertama saya Nayra, yang berumur 6 tahun, beberapa minggu yang lalu soal kematian. Nayra duluan sih yang mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan. Lalu Nayra mengemukakan kalau saya atau Abaknya tua kami akan mati duluan. Kalau dia besar dia juga akan mati. Lumayan kaget dengan runtutan pertanyaan Nayra ini, menyebabkan saya kurang nyaman. Membicarakan kematian dengan  point of view  keluarga yang ditinggalkan, itu akan sedih sekali, itulah pikiran pendek saya saat obrolan pertama kala itu. tapi ya namanya anak-anak, mereka belum paham komplikasi dari kematian itu pada keluarga dan orang-orang yang ditinggal. Setelah merenungi lagi pembicaraan tempo hari tersebut, saya jadi sadar bahwa pemikiran saya dangkal sekali. Beberapa saat merenung, saya berpikir untuk mengubah kacamata saya dalam melihat isu ini. Dimana sebagai orang tua yang berusaha menjadi seorang mukmin justru jangan menghindari pembicaraan ke...

Mendefinisikan Selesai dengan Diri Sendiri

     Pikiran yang ruwet suatu malam membuatku membuka kembali playlist Watch Later di youtube ku. Biasanya di playlist tersebut aku simpan video-video kajian atau apapun yang ingin ku tonton, dan aku teringat punya video di sana yang berjudul “Haneen Akira - Cara Selesai dengan Diri Sendiri”. Diri yang terkadang sulit untuk istiqomah atau mengkonsisteni sesuatu yang membuatku menduga bahwa aku “tidak selesai dengan diri sendiri”. Nah, apa betul begitu? Berikut bahasan tentang selesai dengan diri sendiri ala ustz Haneen Akira. Saatnya Declutter Isi Hati      Ibaratnya, hati itu seperti lemari baju yang punya banyak sekali pakaian di dalamnya. Misal kita punya 30 baju, mesti dicermati lagi dari 30 baju satu persatu. Kadang untuk mencermati ini tidak bisa sehari dua hari sehingga dibutuhkan kesabaran, untuk menyelesaikan urusan hati ini membutuhkan waktu. Saat mencermati ini kita bisa menilai baju mana yang masih layak atau sering dipakai, mana yang mesti di b...

Mari baca buku!

Benar-benar beberapa hari yang lebih lively dari biasanya! Thanks to buku yg baru saya beli via Google PlayBook "Trias Muslimatika", saya terinspirasi dengan banyak hal. Salah satunya dengan kembali menulis disini lagi. Bisa karena biasa! InsyaAllah jika aku mulai rajin menulis lagi, kegiatan menuangkan pikiran menjadi ide berbentuk tulisan ini tidak akan berat lagi. Tiba-tiba aku teringat kata sahabatku Kirana yg saat ini sedang berkuliah S3 di Jerman di tahun pertama aku kuliah. Kala itu aku sedang menyiapkan proposal untung kegiatan Keputrian. "Ih Mif, gampang banget kamu ngemeng bikin kata-kata gitu. bentar aja udah jadi paragraf", kata Kirana. Hihi, thanks ya Kir pujiannya waktu itu, lumayan bikin aku tersenyum-senyum. Tapi ya.. tapi waktu itu aku masih lebih banyak baca buku daripada nonton variety show Korea:P Anyway, untuk menulis lagi pastinya aku harus "berisi" dahulu. Apa yang bisa dituang jika "teko"-nya kosong? Inginn...

My life in the past two months

- went home, happy time, happy to be more honest, lovely family - work work work! It's my 1st work anniversary in Tokopedia. I am so thankful to work here. Hopefully, I will always be able to grow as IT professionals. - best of the best performer for IT & Product division! I was so speechless at that time lol. It feels so great to be appreciated 😢 Thank you Sonic Team! - learn to bake Dorayaki. Yup, doraemon's dorayaki. Want to make it into business but I will think about it later lol. I want to cook moreee

Tokopedia is The Most Popular Local Website in Q1 2016

Tokopedia is the most popular local website in Q1 2016 outperformed Detik, Kaskus, Twitter, Wordpress, and Wikipedia. It is ranked at #8 as most popular site in Indonesia. So proud!

Tahukah Kau Apa Masalahmu?

Kata-kata di atas memberikan saya kekuatan akhir-akhir ini. Saya ingin terus mengingatnya setiap kali pikiran buruk melanda atau jika dalam kesusahan apapun :) Tahukah kau apa masalahmu? Kau terlalu mencintai dunia. Kau terlalu lekat dengan dunia. Indah. Akhirat is what matters the most :)

Weekend of Farewells

It was a nice Saturday morning when suddenly my housemate and longtime sister, Kirana, told me that she moved out from our boarding house. Well, that time I didn't really know how to react so I kept my cool as always. I am still keeping my cool even until now actually, lol. But it hit me harder that I separated with my close friend in Toped just a day before. Life is really something. It forces me to change even when myself doesn't really do anything. I just hope that Allah will always guide me in His righteous path. Good luck for all of us!^^

Meletakkan Kebahagiaan

Dalam cinta, "Kita lemah karena posisi jiwa kita salah", tulis Anis Matta di serial cintanya. "Seperti ini", jelasnya, "Kita mencintai seseorang lalu kita menggantungkan kebahagiaan kita pada sebuah kehidupan bersamanya. Maka ketika ia menolak, -atau tak beroleh kesempatan-, untuk hidup bersama kita, itu menjadi sumber kesengsaraan." Kita menderita, bukan karena kita mencintai. Dan mungkin juga bukan karena cinta itu sendiri. Tapi karena kita meletakkan kebahagiaan kita pada cinta yang diterjemahkan sebagai kebersamaan. Qais menerjemahkan cintanya sebagai keharisan hidup bersama dengan Layla. Romeo pun sama. ... Qais menjadi lemah jiwa melihat kekasihnya hidup bersama lelaki lain. Mereka menderita, bukan karena mencintai. Dan mungkin bukan karena cinta itu sendiri. Tapi karena mereka meletakkan kebahagiaan pada cinta yang diterjemahkan secara salah. dari buku "Jalan Cinta Para Pejuang" PeEr besar buat saya pribadi, agar meletakkan kebah...