Langsung ke konten utama

Tentang Niat Berkarya: Refleksi Setelah Menonton Review Buku Bird by Bird

Perlu jujur untuk menuliskan ini. Namun harus kuakui, sering kali niat untuk berkarya, dalam hal ini membuat konten, adalah untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Pencerahan dari Video Review Bird by Bird

Pencerahan ini kudapat saat mendengarkan sebuah video ulasan buku Bird by Bird di YouTube. Aku sendiri belum membaca bukunya secara langsung. Tapi dari review yang kutonton, ada satu bagian yang begitu menohok tentang proses berkarya dan niat di baliknya.

Kita sebagai manusia memang cenderung memperhatikan respons orang lain. Dan sering kali lupa pada niat awal saat mulai berkarya. Di awal, ketika masih menggebu-gebu, niat itu terasa begitu suci. Ingin membantu, meski hanya satu orang saja di luar sana.

Ketika Niat Mulai Bergeser

Namun ketika niat itu mulai surut, hasrat untuk berkarya pun ikut menghilang. Datang berbagai alasan.

“Tulisanku tidak ber-value.” “Hmm, kesannya tulisanku ini seperti pamer.”

Itu baru dua di antaranya. Padahal, di luar sana mungkin saja ada satu orang yang termotivasi karena membaca kisah kita. Yang jadi berani melanjutkan perjalanannya sendiri, sedikit lagi.

Cukup Satu Orang

Intinya, kalau kamu lelah dan mulai bertanya-tanya, kenapa kamu menulis, kenapa harus susah-susah membuat konten atau karya apapun, cukup ingat satu orang itu saja. Satu orang yang mungkin akan mendapatkan manfaat dari hasil karyamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...