Sabtu, 27 Agustus 2011
The Day has Passed
Alhamdulillah ya Allah.. Engkau masih memberikan aku kesempatan untuk bernafas hingga detik ini.
Betul-betul coincidence ketika semalam sebelum jam12 aku menghidupkan tv dan persis sedang memutar film singkat yang berjudul "My Sweet 21". #penting abis
Allah menciptakan hari dengan makna, dan sehari ulang tahun kemarin menjadi satu hari yang patut direnungi buatku.
Salah satu kejadian yang membuatku langsung menghela nafas dan bertanya tanya dalam hati, "Kenapa harus terjadi hari ini?" adalah kemarin adalah hari satu2nya aku tidak ql dalam bulan ramadhan ini. Sekeluarga tadi pagi sahurnya cukup telat sehingga aku tidak sempat ql.. Miris dan sedih juga karena aku kehilangan ql satu hari. Penyebabnya adalah ketika aku di rumah, aku sangat bergantung pada orang tua untuk masalah bangun sahur. Ketika mama telat bangun, otomatis semua juga jadi telat.
Itu kejadian besarnya dan sekarang saatnya untuk refleksi dan muhasabah diri. Hari ini membuatku berpikir tentang 2 hal: kedekatan pada Allah dan kemandirian.
Fakta bahwa aku miss ql kemarin mengingatkan aku agar setelah ramadhan usai tetap membiasakan tahajud tiap hari dan memperbanyak ibadah sunnah. (I'll take a note on that) Aku sangat bersyukur pada Allah bahwa ramadhan kali ini terasa lebih baik daripada tahun lalu dan banyak hal yang bisa dilakukan dibanding waktu2 biasa. Event ramadhan membangkitkan semangatku untuk memperbaiki diri, ia mengingatkanku akan berbagai hal, dan sedih rasanya ia akan pergi beberapa hari lagi.. Let's do the best for the last:)
Kedua, tentang kemandirian. I am a big girl right now. Sudah bukan waktunya lagi bergantung pada orang tua. Tahun ini adalah tahun terakhirku kuliah insyaAllah, bahkan mama sudah bertanya apa warna baju yang ingin kupakai saat wisuda nanti. Ah mama, wisuda masih cukup lama, masih tahun depan.. Semoga tidak lama lagi aku bisa tidak merepotkan orang tuaku. Aamiin:)
Jika diputar balik setahun terakhir, banyak hal yang terjadi, lebih banyak lagi yang patut disyukuri. Hidup di PPSDMS adalah salah satu kesyukuran terbesarku saat ini. Untuk menceritakannya butuh satu tulisan tersendiri. Next time, insyaAllah:) Kemudian ajang mapres, PPSDMS lagi2 sangat berjasa sehingga gelar mapres FASILKOM bisa kuraih. Mapres ini berbuntut panjang ke UILDP, faculty project FB (FASILKOM Berprestasi) @SCeLE, beasiswa, rezeki yang tidak disangka-sangka.. Allah, aku sangaat bersyukur..
Alhamdulillah karena masih memberikan aku kesempatan hingga umur ini ya Allah dan nantikan miftah sekarang menjadi miftah yang lebih CERAH di tahun-tahun ke depan. Hanya tahmid satu2nya kata yang pas untuk segalanya.. :)
Kamis, 04 Agustus 2011
Andai Ini Ramadhan Terakhir
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu..merayu…kepada-NYA Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu sholat yang dikerjakan…sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku…
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih…berqiyamullail…bertahajjud…
mengadu…merintih…meminta belas kasih “sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang mari kita meriahkan Ramadhan kita buru…kita cari…suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri…rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan …lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Ilahi….
andai ini Ramadhan terakhir buat kami……… jadikanlah ia Ramadhan paling berarti…paling berseri…
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman…tak akan ada manusia yang bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah berusaha…bersedia…meminta belas-NYA
” MARHABAN YAA RAMADHAN “
By Noer, Malaysia
Kamis, 28 Juli 2011
Agar Ramadhan Kali Ini Lebih Bermakna
Berapa kali Ramadhan yang sudah kita lewati? Sudahkah semua kita isi dengan ibadah kita yang paling optimal?
Nah, mumpung Ramadhan tahun ini masih 5 hari, yuk kita ceklis lagi persiapan-persiapan untuk "Ramadhan Optimal" tahun ini:D
Pertama, anggaplah Ramadhan kali ini adalah kesempatan Ramadhan terakhir. Kehilangan momentum Ramadhan kali ini, berarti kita kehilangan momentum yang sangat berharga untuk kelanjutan kehidupan setelahnya. Tak ada manusia yang mengetahui batas usia yang Allah berikan.
Kedua, sebisa mungkin isilah Ramadhan dengan agenda yang jelas. Cantumkan langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan setiap hari, mulai bangun tidur, membaca dzikir setiap pagi hari, membaca Al-Qur’an, bekerja, shalat jamaah, dan sebagainya. Tujuannya agar kita lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kuantitas ibadah yang dilakukan. Seperti ungkapan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab pada hari kiamat.”
Ketiga, jauhi sikap menunda-nunda amal ibadah. Berusahalah sekuat tenaga tidak mengorbankan agenda kegiatan yang telah disusun. Sekali saja kita mengalah dan mengorbankan agenda tersebut, akan sangat mempengaruhi turunnya semangat untuk melanjutkan langkah mengisi bulan Ramadhan.
Keempat, tanamkan sikap untuk tidak mudah tunduk pada perasaan lelah dari mengerjakan amaliyah Ramadhan. Inti dari langkah ini adalah mujahadah melawan keinginan untuk tidak melakukan amal ketaatan dengan berbagai alasan.
Kelima, lakukan muhasabah dan evaluasi harian sebelum tidur terhadap amal yang telah dilakukan. Munculkan tekad untuk bisa melakukan yang lebih baik di hari selanjutnya.
Keenam, hindari pekerjaan yang terlalu berat di siang hari. Hal ini sangat wajar, karena bagaimanapun di bulan Ramadhan kita memiliki tingkat aktivitas yang padat di malam hari,dengan berbagai macam ibadah. Terlalu lelah, bisa mengakibatkan tubuh malas dan bisikan syaitan pun semakin mempunyai alasan untuk melemahkan fisik kita.
Ketujuh, sedapat mungkin putuskan atau kurangi melakukan aktivitas yang bernuansa hiburan, yang tidak memiliki kaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan. Pandangan mata, pendengaran telinga, dan segala aktivitas lahiriah akan sangat mempengaruhi kualitas ibadah dan amal sholeh yang dilakukan.
Kedelapan, sering-sering dan perbanyak bertemu dengan komunitas dan lingkungan yang mengajak kita untuk mengingat Allah. Perbanyak shalat di masjid, perbanyak berdiskusi dengan rekan-rekan yang mengingatkan pada hal-hal yang bermanfaat. Bertemu dan bergaul dengan orang-orang shalih akan memberi suplai semangat dan tenaga baru dalam jiwa kita untuk melakukan ketaatan.
Kesembilan, hindari terlalu kenyang ketika berbuka puasa. Ini kondisi yang sangat sering terjadi bagi orang yang berpuasa dan ternyata merusak nilai puasa. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan, tidak ada wadah yang paling dibenci oleh Allah selain perut yang penuh dengan makanan halal.
Kesepuluh, tunaikan ibadah sunnah i’tikaf di masjid dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Berusahalah untuk berada di masjid di waktu malam agar bisa lebih berkonsentrasi beribadah dan menghidupkan malam. Sesungguhnya sepuluh hari terakhir adalah detik-detik perpisahan kita dengan Ramadhan yang sangat mulia dan dirindukan, karenanya saat itulah kita harus lebih memanfaatkan sebaik mungkin.
Marhaban Ya Ramadhan!
Langganan:
Entri (Atom)


