Bersyukur dengan Tidak Pernah Berhenti

Tepat 4 bulan yang lalu, aku melepas profesi sebagai Senior Backend Engineer di Autobahn Security.
Di tulisan ini, aku ingin mengingat-ingat lagi apa aja sih aktivitas yang kulakukan untuk mengisi waktu sejauh ini:
- Literasi Anak - Webinar Think Aloud oleh Read Aloud Academia
- Menulis antologi buku bersama Tim Rekan Penulis
- Kegiatan offline ibu membaca di taman bersama Klub Baca Ibu Klabu
- Webinar Inspirational Talk "Merayakan Transisi Peran Ibu" oleh Lab Belajar Ibu
- Kegiatan offline Qur'an Journaling bersama beadsfavou
- Komunitas muslimah kreatif dalam dakwah akhwatcreativeproject
- Kegiatan offline Qur'an Date bersama komunitas Muslimah Muraja'ah
Merenungi kembali kegiatan-kegiatan ini, aku jadi berpikir apa yang membuatku seolah tidak bisa berhenti "mengejar" sesuatu?
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) Sehatmu sebelum datang sakitmu, (3) Kayamu sebelum datang miskinmu, (4) Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Al-Hakim, shahih).
Yang kupahami, di titik ini aku merasa punya banyak privilege, berbagai kelapangan yang Allah berikan. Tidak perlu bekerja, anak-anak yang sehat, di rumah pun ada yang membantu. Hari-hari rasanya ada yang kurang jika aku hanya berdiam diri saja. Karena itu, tetap menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini sekaligus mengembangkan diri adalah bentuk syukurku atas kemudahan-kemudahanNya.
Lucunya sih, dipikir-pikir misal aku masih bekerja pun aku selalu mencoba menulis di berbagai platform yang kupunya. Di linkedin, misalnya. Memang senang menulis. Kadang rasanya klise menaruh kata "menulis" di hobi karena merasa gak sebegitu aktif menge-post sesuatu. Tapi rasanya boleh-boleh aja ya. Balik lagi ke kondisi resign, ketiadaan rutinitas bekerja membuatku punya lebih banyak waktu untuk menulis atau belajar sesuatu.
Dengan mencoba lebih banyak bersyukur, aku mengharapkan janji Allah pada orang-orang yang bersyukur yaitu untuk menambah nikmat-Nya. Karena di balik kelapangan ini aku masih menyimpan rasa khawatir. Rasanya sangat butuh tambahan nikmat itu.
"Dan (ingatlah juga), kala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu...'" (QS. Ibrahim: 7).
Yang perlu juga kuingat adalah nikmat disini tidak harus selalu berupa materi, ketenangan jiwa juga adalah nikmat. Semoga.
Komentar