Langsung ke konten utama

Melestarikan Pasar Tradisional

13 Februari 2011
DARI hari ke hari tampaknya keberadaan pasar tradisional semakin mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, saat ini telah banyak berdiri pasar-pasar modern di berbagai tempat dalam bentuk minimarket dan pasar swalayan.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta Hasan Basri, H. Harry Mulyono pada 8 Januari lalu menyebutkan bahwa 2.000 minimarket kini sudah menyesaki ibukota. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah pasar swalayan yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan.

Padahal, keberadaan pasar tradisional harus dipertahankan. Data dari Komisi Pengusaha Persaingan Usaha (KPPU) tahun 2010 menunjukkan bahwa pasar tradisional di Indonesia hanya berjumlah 13.450 pasar dengan jumlah pedagang sekitar 12.625.000 orang. Dibanding dengan pasar-pasar modern yang lebih sedikit dengan jumlah tenaga kerja yang jauh lebih kecil, dampak matinya pasar tradisional akan sangat besar mengingat banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai pedagang di pasar. Tak lupa tenaga kerja pendukung lain seperti tenaga kebersihan, keamanan, buruh angkut barang dan lain-lain.

Menghadapi kondisi seperti ini, perlu dilakukan berbagai langkah untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Pasar tradisional hendaknya terus mempertahankan dan menonjolkan keunggulan-keunggulannya seperti kualitas barang yang dijual dan adanya proses tawar-menawar harga. Selain itu, para pedagang harus dapat berstrategi seperti layaknya pasar modern.

Hambatan yang terjadi dalam penerapan langkah-langkah di atas adalah pendidikan kebanyakan pedagang yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Di sinilah peran pemerintah dituntut. Pemerintah hendaknya dapat membantu pedagang tradisional menerapkan strategi-strategi dalam rangka modernisasi pasar. Strategi yang dapat diterapkan adalah pengadaan pasar-pasar khusus (specialty market).

Pasar khusus (specialty market) adalah pasar yang secara khusus hanya menjual satu jenis barang tertentu seperti barang elektronik, tekstil dan lain-lain. Pasar-pasar seperti ini terbukti tidak sepi oleh pengunjung. Sebagai contoh, pasar Tanah Abang yang menjual berbagai jenis produk tekstil.

Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari seribu kios. Pasar ini dipadati sekitar 60 ribu pengunjung per hari menjelang natal tahun lalu. Jumlah ini masih lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pengunjung saat lebaran yang mencapai 100 ribu pengunjung per harinya.
Ramainya pengunjung ini tidak lain karena banyaknya pilihan barang yang tersedia, harga yang murah dan kualitas barang yang baik.

Tekstil hanyalah satu dari sekian banyak potensi Indonesia. Masih banyak potensi-potensi lain terlebih di bidang pariwisata yang sampai saat ini belum digarap pemerintah secara maksimal.

Kekayaan potensi bangsa hendaknya tidak menjadi sesuatu yang sia-sia. Keberadaan pasar khusus hendaknya menjadi sebuah keunggulan Indonesia mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi dan keunikan di setiap daerahnya. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat secara kreatif menggali kekayaan bangsa tersebut dan mengangkatnya sebagai komoditi yang menghasilkan keuntungan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ada di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...