Langsung ke konten utama

aku ingkar janji, hu..hu.. ;;

Iy nih, janjinya aku bakal ngisi blog ini rutin. Tapi, ternyata kenyataan "indahnya kalau dah punya blog" tidak seindah yang dibayangkan. Gara-gara direndengi tugas kuliah yang sebrek jadi kayak gini deh.

Ywdahlah, ini saatnya buat ngisi lagi.

Cerita apaan ya sekarang?

Aku ingin cerita tentang teman-temanku yang paling akraaaab denganku se-dunia *lebai*. Mereka namanya Sindi, Suci dan Feby ( eh, bukan feby yang sekelas denganku lo, feby yang ini cewek (^-^) ).

Awal pertemuan kami yaitu ketika aku kelas 5 SD. Cerita indah itu diawali dengan kisah "tragis" yang kualami pada awal kelas 5. Kisah selengkapnya begini.

Pada waktu kelas 5 itu aku dipindahkan dari yang menurutku seharusnya yaitu kelas 5.4 ke kelas 5.1 (kelas anak unggul). Otomatis aku merasa senang karena ternyata aku bisa masuk kelas unggul juga di SDku itu. Sialnya, pas hari pertama aku nggak kebagian teman duduk karena terlambat masuk. Walhasil, aku jadi duduk sendiri dan tempat dudukku letaknya di belakang tempat duduk 8 orang anak cowok!

Karena badanku waktu kelas 5 SD itu gendut banget, yang namanya anak SD, apalagi COWOK ngetawain aku, "Gapuak..GApuak.." ( bahasa Minang, artinya "Gendut..Gendut..", gitu ). Aku jadi sedih. Seharian itu aku dieem aja, nggak ada teman bicara.

Pas di rumah, ortuku tahu kalau aku dah masuk kelas unggul. Mereka karena khawatir aku nggak akan bisa nangkep pelajaran dengan baik di kelas itu ( karena belajarnya anak unggul kan pasti lebih cepet dari anak kelas biasa ), mereka minta wali kelas buat mindahin aku. Aku nurut aja, ( masih lugu dan polos sih ) meskipun aku sebenarnya pengen masuk kelas unggul karena prestise kelas itu.

Keesokan harinya aku tetap masuk di kelas 5.1. Ketika walikelas masuk, aku langsung disamperin, " Miftah, sekarang pindah ke 5.2 yaa." kata guru itu. Aku nurut. Dengan tampang yang menyedihkan, aku keluar dari kelas 5.1 diiringi tatapan teman-teman 5.1. ( hu..hu.. sedih banget waktu itu )

Ini cerita ketika aku dah menjadi anggota kelas 5.2. Temen2ku bilang kayak begini, " Miftah, kamu pindah ke 5.2 karena maunya juara terus ya?", nggak berperasaan banget, langsung aja aku terangin ke mereka kalau semua itu maunya ortuku. Yah, awal yang nggak bagus sih. Jadi, pada cawu 1 ( waktu itu sistemnya caturwulan kan? ) aku cuma kenal dengan teman2 yang duduk di dekat tempat dudukku saja.

PAda cawu 2, kami gantian tempat duduk, pada saat itulah aku ( dengan beruntungnya ) bertemu dengan Sindi. Sindi lalu mengenalkan aku pada Suci dan Feby, temen2 dekatnya. Akhirnya itulah kami sampai sekarang ini..

Miftah, Sindi, Suci dan Feby..

Geng yang kompak...

Ternyata subhanallah banget ya. Apa yang menurutku buruk ( pindah ke 5.2 ) belum tentu itu buruk. Malah itu BAIK banget ( ketemu Sindi, Suci, Feby ). Aku bersyukur banget.

Dah dulu.
Mau ketemuan SBF kastrat niih.
Mau tau tentang kastrat?

Tunggu postingan selanjutnya..

Komentar

Anonim mengatakan…
assalamualaikum.. :)

hmm.. tugas seabrek memang kadang menghalangi kita untuk berkarya. huehehe..

blom baca semua nih, udah pagi. mau berangkat kuliah. hueehhee.

kunjungi blog-ku juga yaa,, :D :D :D

thanks.

wassalamualaikum.. :)
miftahee mengatakan…
@ikhma
waalaikumsalam...

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...