Langsung ke konten utama

Agar Ramadhan Kali Ini Lebih Bermakna

Berapa kali Ramadhan yang sudah kita lewati? Sudahkah semua kita isi dengan ibadah kita yang paling optimal?
Nah, mumpung Ramadhan tahun ini masih 5 hari, yuk kita ceklis lagi persiapan-persiapan untuk "Ramadhan Optimal" tahun ini:D

Pertama, anggaplah Ramadhan kali ini adalah kesempatan Ramadhan terakhir. Kehilangan momentum Ramadhan kali ini, berarti kita kehilangan momentum yang sangat berharga untuk kelanjutan kehidupan setelahnya. Tak ada manusia yang mengetahui batas usia yang Allah berikan.

Kedua, sebisa mungkin isilah Ramadhan dengan agenda yang jelas. Cantumkan langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan setiap hari, mulai bangun tidur, membaca dzikir setiap pagi hari, membaca Al-Qur’an, bekerja, shalat jamaah, dan sebagainya. Tujuannya agar kita lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kuantitas ibadah yang dilakukan. Seperti ungkapan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab pada hari kiamat.”

Ketiga, jauhi sikap menunda-nunda amal ibadah. Berusahalah sekuat tenaga tidak mengorbankan agenda kegiatan yang telah disusun. Sekali saja kita mengalah dan mengorbankan agenda tersebut, akan sangat mempengaruhi turunnya semangat untuk melanjutkan langkah mengisi bulan Ramadhan.

Keempat, tanamkan sikap untuk tidak mudah tunduk pada perasaan lelah dari mengerjakan amaliyah Ramadhan. Inti dari langkah ini adalah mujahadah melawan keinginan untuk tidak melakukan amal ketaatan dengan berbagai alasan.

Kelima, lakukan muhasabah dan evaluasi harian sebelum tidur terhadap amal yang telah dilakukan. Munculkan tekad untuk bisa melakukan yang lebih baik di hari selanjutnya.

Keenam, hindari pekerjaan yang terlalu berat di siang hari. Hal ini sangat wajar, karena bagaimanapun di bulan Ramadhan kita memiliki tingkat aktivitas yang padat di malam hari,dengan berbagai macam ibadah. Terlalu lelah, bisa mengakibatkan tubuh malas dan bisikan syaitan pun semakin mempunyai alasan untuk melemahkan fisik kita.

Ketujuh, sedapat mungkin putuskan atau kurangi melakukan aktivitas yang bernuansa hiburan, yang tidak memiliki kaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan. Pandangan mata, pendengaran telinga, dan segala aktivitas lahiriah akan sangat mempengaruhi kualitas ibadah dan amal sholeh yang dilakukan.

Kedelapan, sering-sering dan perbanyak bertemu dengan komunitas dan lingkungan yang mengajak kita untuk mengingat Allah. Perbanyak shalat di masjid, perbanyak berdiskusi dengan rekan-rekan yang mengingatkan pada hal-hal yang bermanfaat. Bertemu dan bergaul dengan orang-orang shalih akan memberi suplai semangat dan tenaga baru dalam jiwa kita untuk melakukan ketaatan.

Kesembilan, hindari terlalu kenyang ketika berbuka puasa. Ini kondisi yang sangat sering terjadi bagi orang yang berpuasa dan ternyata merusak nilai puasa. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan, tidak ada wadah yang paling dibenci oleh Allah selain perut yang penuh dengan makanan halal.

Kesepuluh, tunaikan ibadah sunnah i’tikaf di masjid dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Berusahalah untuk berada di masjid di waktu malam agar bisa lebih berkonsentrasi beribadah dan menghidupkan malam. Sesungguhnya sepuluh hari terakhir adalah detik-detik perpisahan kita dengan Ramadhan yang sangat mulia dan dirindukan, karenanya saat itulah kita harus lebih memanfaatkan sebaik mungkin.

Marhaban Ya Ramadhan!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...