Langsung ke konten utama

Kisah Pensil dan Kaos Kaki

Alkisah, di sebuah negeri antah berantah yang indah tinggallah...

Oops, aku bukan mau ngedongeng disini. :P
Sebenarnya ingin mengungkapkan sesuatu yang tersimpan di sudut hati yang baru sempat dikorek-korek lagi sekarang... Kemarin sibuk bgt ngerjain tugas n ujian sih, hehe

Entah kenapa aku merasa tidak jodoh banget dengan dua benda ini. Pensil dan kaos kaki.

Ngomong2 soal pensil, rasanya aku dari dulu itu dah punya ratusan pensil kali ya, tapi selalu hilang melulu. Mentang2 pensil itu barang kecil, gampaaang banget ilangnya ga tau kemana. Pas lagi butuh aja, seperti pas lagi belajar kalkulus yang butuh banyak coret-mencoret. Walhasil, pensil ga punya, jadi banyak coret2 ga rapi plus tipe-x gitu deh. Ga enak bgt liat catatn kalkulusnya. Padahal kalkulus ga tahan banget susahnya, huhu.

Kira2 seminggu yang lalu tepatnya hari Rabu, aku tergerak buat beli pensil lagi. Pagi itu aku mampir di warung alat tulis di Kober dan ngeliat sebuah pensil yang maniis bgt. Langsung aja aku ambil dan bayar sama bapak penjualnya. Kataku dalam hati,"Mudah2an pensil yang ini benar2 jodoh sama aku, gak ilang lagi. Aaamiin, aaamiin.." Ternyata, Bapaknya ga ada kembalian coz duitku waktu itu 50ribuan. Kata Bapaknya bayrnya entar aja. Feelingku ga enak. Langsung aja ada kata2 aneh yang berbisik, "Ni pensil alamat bakal ilang nih". Ya gitu deh, pas kuliah pagi pensil itu sempat kupake buat ngisi absen. Tanpa sadar pensil itu sepertinya ketinggalan di lab lantai 6 dan kemudian raib entah kemana. Ceroboh... Ceroboh... Sekarang pakai pulpen lagi deh,

Ngomong2 soal kaos kaki,
sejauh ini aku udah kehilangan 2 pasang kaos kaki di Mushola. Serius, kejadiannya aneh banget. Perasaan gak ada deh yang make kaos kaki yang sama. Sempat terpikir jangan2 gara2 kaos kakinya bersih gitu ya, ada yang ngambil aja. Tapi nyatanya 2 pasang kaos kaki itu termasuk udah kotor juga. Kejadian pertama pas semester lalu, kejadian yang terbaru itu juga minggu lalu. Alhamdulillah, dua-dua kejadian itu ada penyelamatnya. Pas semester kemarin, Kak Nafisah beliin kaos kaki yang baru di AlfaMart. Yang kejadian kedua, ada cadangan kaos kaki di Mushola. Alhamdulillah... Yang kejadian tentang kaos kaki ini gara2 aku ceroboh juga gak ya?

Aku jadi berpikir, hal-hal kecil yang gampang hilangnya itu bukannya barang yang gak penting. Bayangkan kalau gak ada alat tulis sama sekali padahal kita mau ujian? Atau bayangkan kita kehilangan kaos kaki. Sepertinya harus aku rekam di benakku kata-kata ini, "Tidak ada manusia yang tersandung oleh batu yang besar, tapi batu yang kecil".. Waa, gak mau lebih parah lagi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...