Langsung ke konten utama

Idul Adha Kali Ini

Idul adha kali ini buatku itu beda banget dari idul adha sebelumnya. Kali ini, untuk pertama kalinya aku merasakan idul adha bukan di rumahku, tetapi tempat yang jauuuuuh sekali dari rumahku tercinta di Payakumbuh sana...

Agak sedih juga, membayangkan kalau di rumah itu pasti rame banget. Banyak anak-anak. Tapi, meskipun begitu aku harus teta semangat. Ini adalah bagian dari perjuanganku di Universitas Indonesia. Spirit!

Cerita untuk idul adha kali ini, aku nggak terlalu merasakan feel hari raya. Pasalnya, keluargaku sedang ada kemalangan. Awalnya, aku berencana untuk berhari raya di rumah omku di Bekasi. 10 menit setelah aku nyampe di sana, aku dapat kabar bahwa omku yang tinggal di Serang meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun...

Omku itu tutup usia dalam umur yang masih muda, 35 tahun. Bahkan, omku itu baru punya anak satu orang, dan dia masih kecil, 3 tahun. Hhmm, semoga omku mendapat tempat yang baik di sisiNya. Aamin.

Jadilah pada malam itu pukul 11 aku berangkat bersama tiga orang omku ke Serang. Nyampe di sana jam setengah dua pagi. Sedih sekali rasanya melihat mama dari omku dan istri omku itu menangis. Semoga mereka diberi ketabahan oleh Allah SWT.

Paginya, di tengah takbir, tahlil, dan tahmid aku tinggal di rumah untuk menemani mama omku dan istri omku. Tanpa ucapan selamat hari raya.

Terlepas dari kisah (agak sedih) yang aku ceritakan di atas, semua kejadian ada di Tangan Allah SWT. Dialah yang mengatur semuanya. Kesakitan, kesusahan, dan kesedihan yang kita alami merupakan cobaan dariNya agar kita menjadi insan yang lebih bertaqwa.


"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ” (Al-Baqarah: 155-157).

Komentar

PiPiTa mengatakan…
met idul adha!

turut berduka cita.. semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.

asyik banget yg punya banyak om coz aku ga punya om,, bagi satu donk.. hhe.^^
Zana mengatakan…
tetep semangat Mif!!

btw, thx ya baksonya! sering2 aja kayak gitu.. hehe...
miftahee mengatakan…
Makasih ya zana, tamie!

Postingan populer dari blog ini

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...