Langsung ke konten utama

Akhir cerita si Doraemon

Teman2, siapa yang nggak suka doraemon? Pasti semuanya suka kan?

Karena aku termasuk penggemar doraemon, maka postingan kali ini akan mengangkat tentang ending cerita salah satu kartun favoritku itu.

Info di bawah ini berasal dari blog temanku http://maisyahnelzima.blog.friendster.com/

Sebenarnya pengarang doraemon, Fujimoto Hiroshi telah tiada sejak 23 September 1996,kabarnya karena sakit liver tanpa sempat membuat ending doraemon.

Karena itu, ada 3 spekulasi ending doremon yang dibuat oleh fans, di antaranya:

  • Yang pertama, akhir yang sangat pesimistik mengusulkan bahwa Nobita menderita autisme dan semua karakter yang ada (termasuk Doraemon) adalah karakter fiksional dalam imaginasinya. (??) Akhir yang ini memang membuat marah banyak fans, sampai-sampai Penerbit akhirnya mengeluarkan pernyataan publik bahwa hal ini tidak benar

  • Yang kedua, berisi bahwa Nobita kecelakaan mengalami koma. Untuk mendapatkan uang untuk operasi otak agar Nobita selamat, Doraemon menjual seluruh peralatannya di kantong ajabnya, namun, operasi tersebut gagal. Doraemon menjual semua peralatannya kecuali satu alat yang ia gunakan untuk mempersilahkan Nobita kemana pun ia mau, pada akhirnya, Nobita ingin pergi ke surga, sehingga terjadilah perpisahan mengharukan Doraemon dan Nobita karena Nobita akhirnya meninggal. (??)

  • Yang ketiga, yang paling.... ( baca dulu ) begini ceritanya


Silahkan klik di sini untuk melihat lanjutannya.

Di beberapa situs internet lain terhadap tambahan ending yang menceritakan doraemon bertanya pada nobita, “Apa yang harus kulakukan untukmu kali ini, Nob?”. Lalu nobita menjawab, “Aku sudah tua Mon, sudah bau tanah, lebih baik kamu kembali saja ke zaman aku masih kecil dengan mesin waktu.” Bahkan ada pula cerita yang mengatakan bahwa sebenarnya nobitalah yang menciptakan doraemon!!

Jadi gimana pendapat teman2? Kasih komen ya.

Komentar

PiPiTa mengatakan…
hha. kalo gw boleh ngasih ide ending sih, mendingan ceritanya si doraemon bosen tinggal ma Nobita di Jepang, trus dia ke Jakarta deh,, ke rumah gw. ;P

dasar ternyata miftah itu doraemoners!
Zana mengatakan…
klo doraemon maen ke rumahku.. aku mo minjem 'pintu ke mana saja'. biar gampang ke mana aja (kagak usah nyebrang ^^)
Ikhma mengatakan…
weheehhe, pecinta doraemon toh. :D

saya spongebob!! *ga nyambung

hihi maap nyampah :D
Maisyah Nelzima mengatakan…
hehehe...kuangen miftahh!!
miftahee mengatakan…
temen2.. makasih ya komennya.
maaf baru dikomenin balik sekarang..

iya, saya termasuk penyuka doraemon!

@tamie
boleh pit. Aku setuju! :p

@zana
hehehe, sama juga.

@ikhma
keep blogwalking sist!

@maisyah
iya meisy. mfth kangen juga.. >.<
miftahee mengatakan…
temen2.. makasih ya komennya.
maaf baru dikomenin balik sekarang..

iya, saya termasuk penyuka doraemon!

@tamie
boleh pit. Aku setuju! :p

@zana
hehehe, sama juga.

@ikhma
keep blogwalking sist!

@maisyah
iya meisy. mfth kangen juga.. >.<
miftahee mengatakan…
temen2.. makasih ya komennya.
maaf baru dikomenin balik sekarang..

iya, saya termasuk penyuka doraemon!

@tamie
boleh pit. Aku setuju! :p

@zana
hehehe, sama juga.

@ikhma
keep blogwalking sist!

@maisyah
iya meisy. mfth kangen juga.. >.<

Postingan populer dari blog ini

PKM Cerdas Bertelevisi

Perjalanan kami dimulai Oktober tahun lalu. Saat itu ide kita masih kocar-kacir.. Sempat ada ide tentang Business School untuk anak-anak jalanan. Ada lagi ide Pelatihan Mengenal Global Warming buat anak-anak. Ternyata, ide-ide di atas semuanya tidak feasible dan kami tidak ada yang yakin dengan ide tersebut. Akhirnya, Bu Ami pembimbing kami memberikan ide. Jadilah dia PKM kita berjudul CERDAS BERTELEVISI: MEMBEKALI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMILIH TAYANGAN YANG TEPAT UNTUK ANAK-ANAK. Terima kasih, Bu Ami :) Sekilas info, PKM kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini dibiayai oleh DP2M Ditjen  DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) bagi ide-ide yang terpilih. Ada 6 Jenis PKM untuk tahun 2010: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Di dalam PKM-KT terkandung PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis(PKM-GT). ...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...