Postingan

Pengingatan

Setiap rasa adalah kumpulan peristiwa Sedih, suka, tertarik, tertantang Ia bermakna Beruntunglah qalbu yang peka, dan masih bisa merasa.. Waduh, jadi berpusi.. Bukan hal yang biasa saya lakukan :) Banyak hal yang ingin saya share di blog ini, segmen-segmen kecil dari hidup saya beberapa waktu terakhir. ~'Urwatul Wutsqa, saudara-saudari yang saya cintai karena Allah. Pertemuan terakhir kita berbekas di hati. Terima kasih atas segalanya.. ~Tim cerdasbertelevisi, tim yang kompak dan keren! Maaf ya, tugas bagian saya masih belum diselesaikan.. What a wonderful Day yesterday! Berawal dari kemarin malam, berkumpul dengan saudari-saudari tercinta. Curcol kesana kemari, biasa lah ya. Yap, dari sana saya mendapat PR baru yang harus dikerjakan. Peduli pada yang lainnya, memperhatikan, dan memahami. Intinya, mari kita bersama ke surga. Jadinya cuma tidur setengah jam. Tapi tak apa, yang terpenting itu makna.. Paginya jam setengah enam, bergegas kembali ke kosan. Istirahat sebe...

Posting

Pusing banget kepalaku buat nyari ide tulisan. Ya udah, tulis apa adanya sekarang aja kali ya.. Sekarang sedang bingunggg, bingungnya kenapa? Bingung karena pp****. (Some people may knows what pp**** is :D). Hari ini saya dari ruangan seorang dosen untuk mengurus pp**** ini. Ada kata-kata dari beliau yang sampai saat ini masih terngiang-ngiang di telinga. "Hidup itu pilihan, Mif. Setiap pilihan yang kamu ambil harus dipikirkan benar-benar." Kira-kira begitu kata-katanya. Dipikirkan benar-benar. DIPIKIRKAN BENAR-BENAR. Setelah itu, saya memang berpikir lagi jadinya. Apa saya sudah yakin dengan pilihan ini? Terus terang, saya saat ini gamang jadinya... Bisakah saya? Pertanyaan ini muncul persis setelah saya keluar dari ruangan Ibu itu. Ayo Miftah, berpikir.. berpikir.. Hmm, setelah saya pikir lagi. Untuk saat ini, saya akan terus. Saya punya impian liar dengan ini, saya memiliki motivasi untuk memilih ini. Meskipun lagi-lagi saya belum yakin... Yap, bismillah.....

Update

The update will be coming soon... ^^

Jangan Pernah Mendahului Nasib

Jangan pernah mendahului nasib --Arai, Sang Pemimpi Liburan ini, saya sempat membaca Sang Pemimpi setelah sebelumnya saya sudah menamatkan Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Entah karena saya baru saja membacanya atau buku ini benar-benar bagus, saya menganggap bahwa buku ini lebih baik daripada ketiga buku lainnya. Saya benar-benar terinspirasi. Oleh Arai, khususnya. Jangan pernah mendahului nasib. Menurut saya itu berarti jangan pernah berpikir negatif dalam melakukan sesuatu sebelum kita melakukan SELURUH hal-hal positif untuk memperjuangkannya. Usaha yang kita lakukan harus maksimal, jangan takut untuk lelah, berkorban waktu, materi, bahkan darah dan jiwa untuk sesuatu yang kita perjuangkan. Dalam berusaha, hendaknya kita selalu berpikir luas ke depan bahwa kita yakin pada akhirnya kita akan berkata, "We did it!". Itulah optimisme. Optimis berarti yakin. Optimis bukan keyakinan yang tanpa “modal” alias nekad, akan tetapi keyakinan karena persiapan yang t...

Miftah Sesemester Lalu

Terhitung sudah tiga semester saya menginjakkan kaki di UI dan sekarang, ketika saya sedang berada di kampung tercinta, kota Payakumbuh, keluarga banyak yang bilang,"Sudah semester 4? Wah, tidak terasa ya." Waktu terasa menyambar bagaikan kilat, ternyata sudah lewat saja. Sulit untuk melukiskan apa saja yang terjadi pada semester tiga. Jika dipilih semester mana yang lebih berkesan di antara semester satu, dua, dan tiga saya akan menjawab semester tiga. Mengapa? Di semester ini saya semakin banyak mendapatkan -bahasanya 'pelajaran-pelajaran hidup' kata orang. Timeline-nya kira-kira begini: PMB--bulan Ramadhan--FUKI Fair--UAS Aneh ya. Kenapa kata "kuliah" tidak dimasukkan. Dari dulu, saya orangnya tidak biasa sibuk. Semasa TK, SD, SMP, SMA biasa saja. TK dan SD belajar saja. SMP sudah ada organisasi sedikit, maksudnya benar-benar sedikit karena SMP saya merupakan SMP baru yang belum jalan organisasinya. SMA, organisasinya sudah jalan tapi entah kenapa...

The Perfect Plan

Belajar dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dari masa lampau, apa yang terjadi jika nabi Khidir tidak melubangi kapal, membunuh anak yang ia temui dan menegakkan rumah yang hampir roboh di perkampungan yang mereka lewati itu? Mereview kisah yang dulu pernah diceritakan di masa SD kita ini, nabi Khidir melubangi kapal untuk menyelamatkan kapal tersebut dari pengambil-alihan oleh seorang raja yang zalim yang sedang mengejar di belakang kapal itu. Ia membunuh si anak untuk menyelamatkan orang tuanya dari kezaliman yang akan ia perbuat kelak. Kemudian, ia menegakkan rumah tersebut karena dibawahnya terpendam harta peninggalan milik dua orang anak yatim piatu. Ketika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, ketika harapan kita yang membumbung tinggi terhempas oleh kenyataan, diri kita akan bertanya apakah sebab hal itu menimpa kita. Mungkin kita berpikir bahwa itu tidak adil, tidak mungkin terjadi, seolah-olah seharusnya keinginan kita terwujud, bukan sebaliknya. Begitu banyak kata mu...

Alasan-Alasan

Gambar
Assalamualaikum wr. wb. Alhamdulillah, akhirnya miftah bisa menulis di blog ini lagi. Semoga gak ada yg protes karena melihat template si blog ini kali ini.. :p * kayak ada yang protes aja * Sepertinya sudah wajar ya, atas nama anak fasilkom kita ditumpuk dengan tugas yang banyak. Especially, kejadian minggu lalu dimana satu-satunya matkul yang miftah ambil yang tidak mengeluarkan tugas hanyalah OSK. Pun sabtu sebelumnya, Fuki telah menyelesaikan proker terbesarnya yaitu Fuki Fair. Setiap hari pada saat-saat dimana miftah tidak menikmati rasanya siang hari di kosan. Entah itu tugas, ataupun syuro. Tiga minggu yang padatnya luar biasa. Seandainya waktu itu diibaratkan kereta, kereta itu pastinya sesak sekali karena kebanyakan penumpang. Akan tetapi, pastinya selalu ada space kosong yang tersisa. Tidak seberlebihan itu juga. Nikmat yang sering dilalaikan itu memang adalah sehat dan waktu luang. Ketika kondisi tubuh sedang fit, pasti ada saja "godaan-godaan setan" untuk b...